T.R.U.E.S.T.O.R.Y band "indie" visual kei punya kebebasan yang lebih terbatas dibanding "super major label" Britney Spears
Udah lama ak gatel pengen posting entry dengan judul Visual Kei died in 2001 ( ato deket2 itu lah ) karena dalam hati rada gemes setiap kali liat tulisan visual kei never die, ato visual kei is not dead, ato "apalah" is not dead. tapi berhubung ak ni ga pengen ribut-ribut ( tau sendiri kan kadang2 kelakuan fans fanatik ky gimana ) jadi ak nahan diri aja, cuma komentar kalo banyakan band sekarang "all looks no talent" yah memang si dari dulu juga kebanyakan looks nya dibanding talent nya hehehe, tapi kan paling ngga kan kita sama-sama mengakui kalo band2 kaya X japan, luna sea, glay, l'arc en ciel, malice mizer, kagrra, dir en grey ( uhuk, uhuk, mekso), punya kualitas tersendiri yang tidak memalukan, terlepas apakah kalian ngefans ato ngga, bahkan kalopun kalian membenci mereka pasti dari lubuk hati yg paling dalam kalian bakal bilang "OK meskipun ak benci tapi ada 1-2 lagunya yg enak didenger"
Beda ama visual kei sekarang yang kebangetan banget looks nya, kebangetan banget komersialnya, dan kebangetan banget stagnansi kreativitasnya, jadi kasarannya kalo km intens ngikutin perkembangan mereka dari awal 90 sampe 00 terus berhenti sama sekali, kamu ga bakal nemu perubahan yang berarti sekarang ( kalo saya si ngikutin mereka setelah new wave ini udah "mati", telat hehehe ). dan segala keluhan saya tentang visual kei terjawab semua penjelasannya mengapa begini mengapa begitu setelah membaca sebuah artikel berisi wawancara dengan seorang yang bekerja di label rekaman visual kei di Tokyo Damage Report, sebuah artikel yang cukup mengejutkan, dan ga bisa dipertanggung jawabkan kadar kebenarannya ( rule#1 jangan pernah percaya 100% info yg didapat di internet, termasuk blog ini ), tapi bagiku pribadi artikel itu menjelaskan banyak tanda tanya yang selama ini kadang muncul di kepala
Beda ama visual kei sekarang yang kebangetan banget looks nya, kebangetan banget komersialnya, dan kebangetan banget stagnansi kreativitasnya, jadi kasarannya kalo km intens ngikutin perkembangan mereka dari awal 90 sampe 00 terus berhenti sama sekali, kamu ga bakal nemu perubahan yang berarti sekarang ( kalo saya si ngikutin mereka setelah new wave ini udah "mati", telat hehehe ). dan segala keluhan saya tentang visual kei terjawab semua penjelasannya mengapa begini mengapa begitu setelah membaca sebuah artikel berisi wawancara dengan seorang yang bekerja di label rekaman visual kei di Tokyo Damage Report, sebuah artikel yang cukup mengejutkan, dan ga bisa dipertanggung jawabkan kadar kebenarannya ( rule#1 jangan pernah percaya 100% info yg didapat di internet, termasuk blog ini ), tapi bagiku pribadi artikel itu menjelaskan banyak tanda tanya yang selama ini kadang muncul di kepala








