Jumat, 02 September 2011

sejarah singkat softlens


Hampir dua ratus tahun lamanya, ide da Vinci maupun Rene Descartes tidak terealisasikan. Baru kemudian di tahun 1801, seorang ahli fisika Inggris, Thomas Young, orang Inggris kelahiran Milverton 13 Juni 1773 yang menciptakan tabung gelas berisi air dan memuat lensa yang sangat kecil. Lensa ini dipakainya sendiri dan konon dia membuat lensa ini karena terinspirasi dari ide Rene Descartes . Akhirnya, di tahun 1827, seorang ahli astronomi berkebangsaan Inggris, bernama Sir John Herschel membuat lensa yang digerindanya sendiri sehingga pas dan cocok dipakai langsung pada permukaan mata. Penemuannya ini menjadi sejarah yang sangat berperan bagi lahirnya Softlens.



Lensa yang dapat dipakai dan menutupi mata untuk waktu yang lama, sehingga menjadi tonggak dalam inovasi lensa kontak seperti yang ada sekarang ini, baru ditemukan oleh seorang ahli gelas berkebangsaan Jerman, F.E. Muller, pada tahun 1887.



SedangkanSoftlens yang dapat dipakai untuk mengatasi gangguan pada penglihatan ditemukan oleh ahli fisika Swiss, Adolf Eugen Fick, dan koleganya, ahli optik Prancis, Edouard Kalt. Lensa ini dibuat dari bahan kaca cekung yang cukup berat dengan diameter 18-21 milimeter. Penemu lensa kontak yang lain pada waktu yang hampir bersamaan, yaitu Joseph Dallos, membuat lensa dari bahan yang mirip dengan sklera mata (permukaan mata/bagian mata paling luar).



Untunglah di tahun 1935 ditemukan PMMA atau polymethilmethacrylate, sejenis bahan plastik lentur dan memungkinkan untuk dibuat sebagai bahan dasar lensa kontak. William Feinbloom, seorang ahli Optometri Amerika Serikat membuat Softlens yang berbahan campuran PMMA ini dengan gelas pada tahun 1936, dan lensa ini bisa dipakai menutup mata pada bagian sklera. Akan tetapi, pada perkembangannya, PMMA tidak lagi dipergunakan karena zat ini tidak dapat melalukan udara/oksigen dari luar ke dalam mata.






Pada tahun 1970 ditemukan kelompok plastik yang lain yang berupa silikon-akrilat yang ternyata lebih sempurna dalam melalukan oksigen. Apalagi setelah disempurnakan menjadi FSA (florosilicone-acrylate), ditambah dengan adanya penyesuaian penggunaan lensa kontak ini bagi pemakai yang mempunyai kelainan mata seperti astigmatisma dan keratokonus.



Penyesuaian bentuk dari Softlens yang langsung menempel pada kornea yang mengikuti bentuk mata yang cekung pertama kali dibuat oleh ahli Optometri asal Oregon bernama Dr. George Butterfield. Inovasi lensa kontak ini tak berhenti sampai di sini saja, penyesuaian terhadap kebutuhan konsumen yang bermata normal dalam arti kata konsumen memakai lensa kontak sebagai penyempurna penampilan terus berlangsung. Warna lensa kontak kini tak hanya bening, tapi bisa warna-warni.



Warna iris mata yang sesungguhnya bisa tertutup oleh warna lensa kontak dan kita jadi tertipu dengan ras seseorang hanya karena melihat warna matanya. Bukan mustahil suatu saat akan terjadi lagi inovasi lensa kontak yang lebih sempurna. Kita tunggu saja.



dari berbagai sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Blair  - Soul Eater